Meski wabah virus corona semakin meresahkan masyarakat dunia khususnya Indonesia, namun ada kabar baik di balik merebaknya covid-19 ini.

Apakah kabar-kabar baik soal perkembangan virus corona ini merupakan tanda-tanda awal berakhirnya pandemi covid-19

Seperti diketahui sebelumnya jumlah pasien positif virus corona di Indonesia semakin hari semakin naik signifikan. Setidaknya kasus positif virus corona di Indonesia sudah menyentuh angka 1000 lebih per tanggal 28 Maret 2020. Dan total pasien virus coona di Indonesia tersebar di sejumlah provinsi di seluruh tanah air. Tak tanggung-tanggung kenaikan jumlah positif virus corna menunjukkan lebih dari 500 kali lipat.

Kenaikan tersebut bahkan terjadi dalam kurun waktu sekitar tiga minggu sejak diumumkan kasusnya pada 2 maret 2020. Meskipun jumlah positif virus corona di indonesia semakin melunjak setidaknya masih adas secercah harapan. Dan kabar baiknya adalah menandakan bahwa virus corona bisa dilawan.

Beberapa Tanda Corona Akan Berakhir

    1. Banyak artis menyumbangkan APD hingga sejumlah uang

      Artis public figur tanah air juga turut menyumbangkan dana untuk mengatasi virus corona. Beberapa diantaranya adalah Ivan Gunawan, Raffi Ahmad, Enzy Storia, Arief Muhammad, Rachel Vennya, serta Sandiaga Uno.

    2. Drive Thru Test Covid-19

      Inilah kabar baik selanjutnya, yaitu pengetesan covid-19 secara efisien dengan sistem dive thru. Hal ini akan diterapkan pertama kali di daerah yang terpapar virus corona paling parah khususnya Jakarta. Diketahui sebelumnya Jakarta merupakan daerah dengan kasus tertinggi positif virus corona di Indonesia. Selain di Jakarta pemerintah juga telah menyatakan test virus di sejumlah daerah lainnya.

    3. Hotel berbintang yang dijadikan rumah sakit

      Selain wisma atlet yang di khusukan sebagai rumah sakit pasien covid-19, hotel Patra juga Jakarta juga akan disulap menjadi sebuah rumah sakit pasien virus corona. Hotel tersebut akan digunakan untuk menampung orang-orang dalam pemantauan atau bisa disebut ODP. Jumlah tempat tidur yang disiapkan sekitar 52 unit.

    4. Perkumpulan masa ibadah ditunda

      Acara Ijtima Jamaah Tabligh Akbar se-Asia 2020 yang rencananya akan digelar di Pesantren Darul Ulum, Dusun Niarannuang, Desa Pakkatto, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan terpaksa dibatalkan. Menyusul dengan adanya kabar persebaran virus corona atau COVID-19 yang kian masif dan cepat persebarannya. Ribuan jamaah yang telah hadir di area acara Ijtima Akbar akhirnya bertahap dikarantina dan dibagi dalam dua tempat berbeda, antara WNA dan WNI.

    5. Sejumlah gereja lakukan ibadah secara daring

      Sejumlah gereja di Indonesia telah menerapkan dan mengubah sistem peribadatan yang sehari-hari dilakukan di dalam Gereja. Namun akibat persebaran virus corona, sistem misa dan peribadatan diubah menjadi streaming online atau daring.

    6. Banyak rumah sakit siap tangani covid-19

      Tentu saja kabar ini sangat bagus sekali karena beberapa rumah sakit siap menampung pasien yang terpapar virus corona. Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah mempersiapkan 20 Rumah Sakit Muhammadiyah yang tersebar di seluruh Indonesia untuk penanganan pasien virus corona atau COVID-19. Sedangkan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama juga telah mempersiapkan 23 Rumah Sakit yang tersebar di seluruh Indonesia dan dibagi dua tipe untuk penanganan virus corona.

    7. Sejumlah perushaan besar donasi untuk cegah covid-19

      Beberapa perusahaan besar di Indonesia pun menyumbangkan miliaran dana. Beberapa diantaranya adalah PT. Paragon Technology, PT. ASTRA, hingga PT. Adaro. PT Paragon Technology yang menelurkan produk kosmetik Wardah, menyumbang Rp 40 miliar. Uang itu dibelikan peralatan kesehatan mulai dari alat tes corona, ventilator, mobile X-Ray, dan yang lainnya. Peralatan kesehatan ini diberikan ke sejumlah rumah sakit, antara lain RS Persahabatan, RS Pelni, dan RS Sulianti Saroso. Tak hanya Paragon, Astra dan perusahaan-perusahaan Grup Astra pada telah menyerahkan berbagai bantuan.

    8. Polusi udara Jakarta membaik

      Kabar baik terakhir adalah soal polusi udara yang menjadi momok menakutkan bagi warga sejumlah kota besar. Diketahui polusi udara di Jakarta yang semakin tahun semakin memburuk dan berbahaya bagi kesehatan warganya. Namun kini menurun drastis karena pembatasan aktifitas di tengah merebaknya virus corona di kota terbesar tersebut.

      Kualitas indeks udara terutama di DKI Jakarta berangsur membaik sejak diberlakukannya Work from Home (WFH) atau kerja dari rumah selama pandemi COVID-19. Berdasarkan situs Air Quality Index (AQI), pukul 08.00 WIB kualitas udara menyentuh angka 82. Pada sore hari yakni pukul 15.30 WIB, kualitas udara berada pada angka 62 dengan PM 2.5 sebesar 17,5 mg/m3. Berdasarkan catatan sebelumnya, kualitas udara Jakarta biasanya masuk dalam kategori tidak sehat dengan indeks kualitas udara di atas 155.